Application of Electrocoagulation in Soy Milk Wastewater Treatment Process with Variation of Time and Voltage

Mahyuni Apriyanti, Sutanto Sutanto, Linda Jati Kusumawardani

Abstract


Processing of soymilk liquid waste is carried out using the batch system electrocoagulation method. Variations in processing time are 20, 40, 60, 80, 100, and 120 minutes. The plate used is an aluminum plate measuring 10×5 cm. The electrode distance was 2 cm with an electrical voltage of 10 and 30 volts. The results of this research show that the best electrocoagulation process can reduce COD levels by 64.70%, TSS by 72.90% and increase the pH value to 5.17, however COD, TSS and pH levels are still above standard quality. Initial analysis results of soymilk wastewater with pH 4.06, COD 34408 mg/L, TSS 1550 mg/L, DO 0.30 mg/L, DHL 1090 μS/cm and Al 54.95 mg/L. After carrying out the electrocoagulation process, the pH value was 5.17, COD 12144 mg/L, TSS 420 mg/L, DO 0.37 mg/L, DHL 648 μS/cm and Al 231.33 mg/L at a voltage of 30 V with time. electrocoagulation 120 minutes.


Keywords


Electrocoagulation; Wastewater; Soymilk

References


Anggono, W. A. and Wahyuni, R. (2017) ‘Studi Pengaruh Penambahan Kedelai (Glycine max L) Dan Susu Jagung Manis (Zea mays L Saccharata) Terhadap Mutu Dan Organoleptik Es Krim’, Teknologi Pangan, 8(1), pp. 1–8

Sugiharto. 2014. Dasar-Dasar Pengelolaan Air Limbah. Jakarta.Universitas Indonesia.

Wahyulis, N. C., Ulfin, I., & Harmami. 2014. Optimasi tegangan pada proses elektrokoagulasi penurunan kadar kromium dari filtrat hasil hidrolisis limbah padat penyamakan kulit. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 3(2), 9-11.

Amri, Amri, I., Febri Awalsya and Irdoni (2020) ‘Pengolahan limbah cair industri pelapisan logam dengan proses elektrokoagulasi secara kontinyu’, Chempublish Journal, 5(1), pp. 15–26. doi: 10.22437/chp.v5i1.7650

Sinaga, H., Amri, I., dan Irdoni, H.S. (2019). Pemanfaatan Teknologi Elektrokoagulasi Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Elektroda Al-Al Dengan Variabel Jarak Elektroda Dan Kuat Arus. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 6, 1-6.

SNI 6989.73-2009.2009. Cara Uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi dengan refluks tertutup secara Titrimetri. Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

SNI 06-6989.3-2004. 2004. Cara Uji Padatan Tersuspensi (TSS). Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

SNI 6989.11-2004. 2004. Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter. Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

SNI 06-6989.1-2004.2004. Cara uji daya hantar listrik. Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

SNl 06-6989.34-2005. 2005. Cara uji Aluminium secara Spektrofotometer Serapan Atom. Badan Standarisasi Nasional. Bandung.

Agustiansyah, A., dan Timotiwo, P.B. (2021). Efek Priming Terhadap Vigor Benih Kedelai (Glycine max (L) Merril.) Yang Dikecambahkan Pada Media Dengan Cekaman Aluminium. Jurnal Agro,8 (2)., 178-188.

Juliasih, N. L. G. R., dan Amha, R. F. (2019). Analisis COD, DO, Kandungan Posfat Dan Nitrogen Limbah Cair Tapioka. Analit: Analytical and Environmental Chemistry 4(1), 65-72.

Hanum, F., Tambun, R., Ritonga, M. Y., Kasim, W. W., 2015. Aplikasi Elektrokoagulasi Dalam Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Jurnal Ilmiah. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Rinawati, R., Hidayat, D., Suprianto, R., dan Dewi, P. S. (2016). Penentuan Kandungan Zat Padat (Total Dissolve Solid Dan Total Suspended Solid) di Perairan Teluk Lampung. Analytical and Environmental Chemistry, 1(1), 36-45.

Ni’am, A. C., Caroline, J., dan Afandi, M. H. (2017). Variasi Jumlah Elektroda Dan Besar Tegangan Dalam Menurunkan Kandungan Cod Dan Tss Limbah Cair Tekstil Dengan Metode Elektrokoagulasi. Jurnal Teknik Lingkungan, 3(1), 21-26.

Budiany, R., Yayok, S. P., dan Mohamad, M. (2014). Proses elektrokoagulasi pengolahan limbah laundry. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 6(1), 15-22.

Sutanto, A. Iriyani., dan Sarahwati. 2018. Efisiensi dan Efektivitas serta Kinetika Elektrokoagulasi Pengolahan Limbah Sagu Aren. Jurnal Ekologia. 18 (1): 10-16.

Sutanto., dan Kareina Artanti. 2019. Pengolahan Limbah Cair Kosmetik Secara Elektrokoagulasi Sistem Batch. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup, 19 (2) 2019 : 44-54.

A. D. Astuti. (2018). Kualitas Air Irigasi Ditinjau Dari Parameter DHL, TDS, pH Pada Lahan Sawah Desa Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso. J. Litbang Media Inf. Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 10(1), pp. 35-42, htps://doi: 10.33658/jl.v10i1.75.

F. Nicola. (2015). Skripsi: Hubungan Antara Konduktivitas, TDS (Total Dissolve Solid) dan TSS (Total Suspended Solid) dengan Kadar Fe2+ dan Fe Total pada Air Sumur Gali. (p. 27). http: // repository. Unej.ac.id/ bitstream/handle/123456789/65672/ Ainul Latifah-101810401034.pdf?sequence=1

Khairunnas, K., dan Gusman, M. (2018). Analisis pengaruh parameter konduktivitas, resistivitas dan TDS terhadap salinitas air tanah dangkal pada kondisi air laut surut di daerah pesisir pantai Kota Padang. Bina Tambang, 3(4), 1751-1760.

Widayatno, T. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tapioka dengan menggunakan Metode Elektroflokulasi. In Prosiding Seminar Nasional Teknoin.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/helium.v3i2.8923 Abstract views : 72 views : 56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.