MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS STEM PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Lili Pramuji, Anna Permanasari, Didit Ardianto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif berbasis STEM yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar validasi ahli dan guru,  soal tes kemampuan berpikir kritis, lembar angket siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap multimedia interaktif. Untuk mengetahui efektifitas multimedia interaktif terhadap peningkatan kemamapuan berpikir kritis dilakukan tes pilihan ganda beralasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hasil validasi ahli diperoleh nilai rata-rata 3,1 (baik) dan hasil validasi 3 orang guru diperoleh nilai rata-rata 3,5 (sangat baik), 2) multimedia interaktif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil pretes sebesar 9.64%, rata-rata postes sebesar 54,82% dan rata-rata %N-Gain sebesar 49,90% (sedang), 3) tanggapan siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran memperoleh nilai 88,46% (sangat baik).

 

Kata Kunci: Multimedia Interaktif, STEM, Kemampuan Berpikir Kritis

References


Aripin, I. (2012). Penggunaan Multimedia Interaktif (MMI) Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Berpikir Kritis, Dan Retensi Konsep Sistem Reproduksi Manusia Pada Siswa SMA. Jurnal Scientiae Educatia, 1 (2).

Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers.

Barmoyo, QN dan Wasis. (2014). Analisis Soal-Soal dalam BSE (Buku Sekolah Elektronik), UN (Ujian Nasional) dan TIMSS. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF), 3 (1).

Dick, W dan Carey, L. (1996). The Systemic Design of Instruction. New York. Harper Collins.

Duran, M. & Sendag, S. (2012). A Preliminary Investigation into Critical Thinking Skills of Urban High School Students: Role of an IT/STEM Program. Creative Education, 3 (2), 241-250.

Frankel, Jack R dan Norman E. Wallen . (2006). How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGrow-Hill Inc.

Ercan, O. (2014). The effects of multimedia learning material on students’ academic achievement and attitudes towards science courses. Journal of Baltic Science Education, 13 (5), 602-621.

Husen, S., Herayanti, L., dan Gunawan. (2015). Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Suhu dan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, I (3), 221-225.

Hsuan Lee Yi, Chan Hsiao, Chin-Husan Ho. (2014). The effects of various multimedia instructional materials on students’ learning responses and outcomes: A comparative experimental study. Computers in Human Behavior, 40, 119–132

Iwantara, I.W., Sadia, I.W., dan Suma, I.K. (2014). Pengaruh Penggunaan Media Video Youtube dalam Pembelajaran IPA Terhadap Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Siswa. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, 4.

Johnson, E. B. (2007). Conrextual Teaching and Learning (Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikan dan Bermakna). Bandung : Mizan Learning Center (MLC).

Jones, R, B. (2008). Science, technology, engineering, and math. [Online]. Retrieved from http://www.learning.com.

Kapila, V. dan Iskander, M. (2014). Lessons learned from conducting a K- 12 project to revitalize achievement by using instrumentation in Science Education. Journal of STEM Education, 15 (1), 46-51.

Latif, A. (2015). Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Literasi Sains Untuk Siswa SMP Pada Tema Teknologi. [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.

Lou, S.J., dan Lin, C.H. (2012). Improving The Effectiveness Of Organic Chemistry Experiments Through Multimedia Teaching Materials For Junior High School Students. The Turkish Online Journal of Educational Technology, 11 (2).

Mayer, R, E. & Moreno, R. (2003). Nine Ways to Reduce Cognitive Load in Multimedia Learning. Educational Psychologist, 38 (1), 43-52.

Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta

Noer, S.H. (2009). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. [Skripsi]. Universitas Lampung : Tidak diterbitkan.

OECD. (2013). PISA 2012 Assassement and Analytical Framework: Mathematics, Reading, Science, Problem Solving and Financial Literacy. [Online]. Retrieved from http://www.oecd.org.

Saidiman, A. (2002). Media Pendidikan. Jakarta : Pustekkom Diknas & PT. Raja Grafindo Perkasa.

Sumintono B., Wibowo, SA., Mislan, N., dan Sumintono, T. (2006). Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengajaran: Survei Pada Guru-Guru Sains SMP Di Indonesia. Universiti Teknologi Malaysia: Tidak diterbitkan.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jsep.v2i1.1699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND PRACTICE

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.