METODE USLE UNTUK MEMPREDIKSI EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG KOTA BOGOR, JAWA BARAT

YUDI FIRMANSYAH, HELMI SETIA RITMA PAMUNGKAS, & LAILA MARDLOTILLAH YOGASWARA

Abstract


Pembangunan wilayah penting dilakukan untuk menopang kegiatan masyarakat di suatu wilayah, sama halnya dengan perkembangan di wilayah DAS Ciliwung yang berada di Kota Bogor.  Pembangunan wilayah DAS Ciliwung tumbuh begitu pesat sehingga fungsinya sebagai daerah konservasi tanah sangat berkurang.  Tingkat bahaya erosi DAS Ciliwung Kota Bogor teridentifikasi seluas 190,10 ha dan terbagi menjadi empat kelas, yaitu ringan, sedang, berat dan sangat berat.  Masing-masing luas kelas TBE, yaitu 0,01 ha , 12,15 ha , 131,95 ha, dan 45,95 ha.  Jumlah sedimentasi pada masing-masing nilai A 0,54 ton/ha/tahun, 25,18 ton/ha/tahun, 57,31 ton/ha/tahun  dan 84,09 ton/ha/tahun.  Lahan yang mengalami erosi tinggi merupakan jenis penggunaan lahan pertanian yang sedang dalam kondisi tidak ditanami atau lahan kosong terlantar.  Perbaikan lahan diarahkan metode vegetatif dan mekanik, dilakukan penanaman pohon dan perbaikan dinding sungai.  Pentingnya aplikasi tanaman penutup tanah untuk mengurangi laju air dipermukaan tanah dan mengurangi sedimentasi.

 

Kata Kunci : USLE , Erosi Tanah

 

 

ABSTRACT

 

Regional development is important to support community activities in a region, the same as development in the Ciliwung watershed area in Bogor. Development of the Ciliwung watershed area is growing so rapidly that its function as a land conservation area is greatly reduced. The erosion hazard level for the Ciliwung Watershed in Bogor City has been identified as 190,10 ha and is divided into four classes, light, medium, heavy and very heavy. Each TBE class area is 0,01 ha, 12,15 ha, 131.95 ha, and 45.95 ha. The amount of sedimentation at each value of A is 0,54 tons/ha/year, 25,18 tons/ha/year, 57,31 tons/ha/year and 84,09 tons/ha/year. Land with high erosion is a type of agricultural land use that is not planted or abandoned soil. Land improvements are directed at vegetative and mechanical methods, planting trees and repairing river walls. The importance of applying cover crops to reduce the rate of water on the soil surface and reduce sedimentation.

 

Keywords : USLE , Soil Erosion


References


Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi. Institut Pertanian Bogor, IPB Press. Bogor.

Asdak, C. [2007]. Hidrologi dan Pengelolaan DAS. Yogyakarta (ID). Gajah Mada Univ. Press.

Hardjowigeno,S. Widiatmaka. [2007]. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Akademika Presindo. Jakarta.

Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (2018). Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Pendukung, Pemberian Insentif, serta Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Nama, A. (2016). Analisis Tingkat Bahaya Erosi dan Arahan Konservasi Lahan dengan Aplikasi GIS di DAS Manikin. Jurna Teknik Pengairan, Vol 7, No 2, Desember 2016 halaman 205-215.

Silalahi, R. (2017). Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi Sub DAS Petani Sumatera Utara. Jurnal Agroekoteknologi FP USU. Vol 5, No 1, Januari 201127 (24): 185-193. E-ISSN No 2337-6597.

Soil Survey Staff. [2014]. Key To Soil Taxonomy. NRCS-USDA. Washington DC.

Subardja, D. S. Ritung, M. Anda, Sukarman, E. Suryani, dan R.E. Subandiono. [2014]. Petunjuk Teknis Klasifikasi Tanah Nasional. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 22 hal.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/teknik.v24i02.9465 Abstract views : 109 views : 133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.