KONSERVASI DALAM USAHA MELESTARIKAN DAN MENYELAMATKAN SUMBER DAYA AIR DENGAN SUMUR RESAPAN

Heny Purwanti, Arief Mudianto

Abstract


Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi secara umum telah menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan penyediaan air. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan air perlu pemeliharaan lokasi sumber air baik air permukaan dan air tanah secara terpadu. Berdasar penelitian untuk wilyah Babakan Madang, Cisarua, dan Megamendung yang dilakukan selama 3 periode (1 periode = 10 tahun) dimulai tahun 1981 sampai dengan tahun 2010., melalui peritungan diperoleh prosentase imbuhan air tanah terhadap luas atap sebesar 0,151 %, sedangkan untuk masing-masing periode yaitu periode 1 yaitu 0,091 %, periode 2 yaitu 0,131 %, periode 3 yaitu 0,232 %. Nilai indek peresapan air untuk kawasan Bogor kini telah jauh mengalami penurunan, hal tersebut diperkirakan disebabkan oleh banyaknya kawasan lindung berubah peruntukkannya, sebagai contoh adalah wilayah Puncak, wilayah ini masuk zona B3 yakni pertanian tinggi dan hunian rendah. Akan tetapi kini, kawasn tersebut telah berubah fungsi menjadi perumahan, vila, hotel serta bangunan lain.


References


Deny Juanda Puradimadja, Ir., Dr., 1999, Air Hujan Sebagai Sumber Imbuhan Airtanah dan Aplikasinya dalam Teknologi Konservasi Airtanah, Pelatihan Pengolahan Data Iklim Untuk Pengelolaan Sumberdaya Air, Jurusan Teknik Geologi ITB, Bandung

Kusnaedi Ir., 2003, Sumur Resapan untuk Perkotaan Pemukiman Perkotaan dan Pedesaan, Cetakan 7, Penebar Swadaya, Jakarta.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup, No. 12 Tahun 2009, Tentang Pemanfaatan Air Hujan.

Bambang Soenarto, Teknis sumur injeksi untuk pengendalian banjir dan keperluan lain serta berbagai teknik ekivalen lainnya, jurnal sumber daya air Dep. PU, 2006


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.