EVALUASI KINERJA JALAN RAYA LEUWILIANG - KABUPATEN BOGOR

Gde Ngurah Purnama Jaya, Noordin Fadh

Abstract


Tujuan penelitian adalah mengevaluasi konerja pengaruh penggunaan lahan terhadap kemacetan,  gangguan samping jalan dan titik konflik persimpangan, dan kondisi lalu lintas serta tingkat pelayanan jalan di Jalan Raya Leuwiliang – Kabupaten Bogor.

 

Berdasarkan hasil analisis diketahui penggunaan lahan yang paling tinggi menghasilkan bangkitan lalu lintasnya adalah pasar Leuwiliang yang merupakan pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian maupun peternakan dalam kota maupun dari luar Kota Kecamatan Leuwiliang, khususnya bagian Wilayah Pengembangan (WP) Barat. Gangguan samping yang terjadi di Jalan Raya Leuwiliang diakibatkan oleh PKL (pedagang kaki lima) yang berada di kiri kanan jalan yang menempati trotoar dan bahu jalan untuk tempat berjualan. Disamping itu adanya parkir on street di kiri kanan jalan Raya Leuwiliang dengan sudut parkir 0º yang dapat mengurangi kapasitas jalan sebesar 32 % atau 1,44 meter. Terjadinya titik konflik pada ketiga persimpangan yaitu persimpangan Puraseda, persimpangan Karehkel, dan persimpangan Setu yang ada pada jalan Raya Leuwiliang akibat dari tingginya  pergerakan kendaraan dan geometri persimpangan yang tidak sesuai dengan standar.

 

Rekomomendasi studi, meningkatkan kapasitasjalan Leuwiliang dan perbaikan geometri dari persimpangan yang ada, serta perlu jalan lingkar pada jangka panjang.

 

Kata kunci : Transport, lalu lintas, kemacetan


References


  1. Bappeda Kabupaten Bogor. (2005). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2000 – 2010.
  2. Badan Pusat Statistik (BPS). Kabupaten Dalam Angka Tahun 2006.
  3. Badan Pusat Statistik (BPS). Kecamatan Dalam Angka Tahun 2005.
    1. Laksamana, Chandra Wimba 2003. Evaluasi Desain Fasilitas Pejalan Kaki Pada Daerah Proyek Percontohan Busway .Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil, Universitas Pakuan-Bogor.
    2. Merliana, Inda. 2006. Identifikasi Permasalahan Transportasi di Pusat Kota Pandeglang. Tugas Akhir Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan-Bogor.
    3. Morlok K, Edward ,.(1995). Intoduction to Transportasion Engineering and Planning. McGraw Hill, Inc.
    4. Nasrullah, Muhammad Rakhmat 2002. Identifikasi Pergerakan Angkutan Umum sebagai Salah Satu Penyebab Kemacetan Lalu-lintas di Kota Cianjur. Tugas Akhir Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan-Bogor.
    5. Pemerintah Kabupaten Bogor. (2005). Revisi Rencana Umum Tata Ruang Kota Kecamatan Leuwiliang Tahun 2005 – 2015.
    6. PT. Eskapindo Matra C. E. (2000). Kajian Standar Pelayanan Prasarana Jalan.
    7. Bina Marga Departemen PU. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).
    8. Pignatoro, J. Louis, (1973). Traffic Engineering Theory and Practice. Englewood Cliffs, New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
    9. Salter, R J,. (1974). Higway Traffic Analysis and Design. The Macmillan Press Ltd.
    10. Tamin, O.Z. (1997). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Penerbit ITB Bandung.
    11. Wibowo, Hadi. 2007. Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Identifikasi Peluang Relokasi Lahan Pedagang Kaki Lima (PKL). Studi Kasus : Kawasan Merdeka – Stasiun KA Bogor, Kecamatan Kota Bogor Tengah. Tugas Akhir Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan-Bogor.
    12. Warpani. Suwardjoko. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penerbit ITB Bandung.
  1. Wels, WWW. Goegle. Com. Id. Wikipedia. Org/Wiki/ManajemenַLaluַLintas-39K-Tembolok. (14 September 2008). Lalu Lintas.
  2. YP, Wulanraini. 2007. Analisis Fungsi Jalan Pajajaran Sebagai Jalan Arteri Sekunder Di Kota Bogor. Tugas Akhir Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan-Bogor.
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2004 Tentang jalan.
    1. Keputusan Menteri Perhubungan No. 31 Tahun 1995 Tentang Terminal Transportasi Jalan.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.