AKSIOLOGI MAX SCHELER DALAM TRADISI DIKILI DI GORONTALO

Muhammad Fadhlurrahman Zakaria

Abstract


Tradisi budaya dalam komunitas adat sering kali mengandung makna yang mendalam serta mencerminkan nilai-nilai filosofis dan etis yang tertanam dalam praktik keseharian mereka. Tradisi ini memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya, memungkinkan individu untuk memahami dan mengevaluasi diri mereka dalam konteks kelompok budayanya. Indonesia, yang dikenal dengan keragaman budaya dan bahasanya, menghayati falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Setiap daerah memiliki karakteristik budaya yang khas, termasuk Gorontalo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tradisi Dikili, sebuah perayaan unik dalam Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang masih dilestarikan oleh komunitas Muslim di Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan aksiologi Max Scheler untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Dikili, dengan menitikberatkan pada hierarki nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Dikili mengandung berbagai nilai, termasuk nilai kesenangan, moral, spiritual, dan transendental, yang berkontribusi pada kohesi sosial, refleksi spiritual, serta internalisasi nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menyoroti hubungan antara filsafat dan praktik budaya, sekaligus menawarkan kerangka kerja untuk memahami tradisi lokal dalam konteks modern.

Keywords


aksiologi; Gorontalo; Max Scheler; tradisi dikili.

References


Baruadi, M. K. (2014). Tradisi Sastra Dikili dalam Pelaksanaan Upacara Adat Maulidan di Gorontalo. El-Harakah, 16(1), 1–16.

Dr. H. Zuchri Abdussamad, S. I. K. M. S., & Dr. Patta Rapanna, S. E. M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV Syakir Media Press.

Malik, R., Hidir, A., Rukmini, K., & Ghufronudin, G. (2022). Kajian Aksiologi Max Scheler terhadap Persepsi Jamaah Masjid terkait Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 8(1), 149–163.

Mashadi. (2012). Realitas Adati Hula-Hulaa to Syara’i, Syara’i Hula-Hulaa to Qur’ani. Jurnal Al-Ulum, 12(1), 201–222.

Mustamin, K., Rahman, M. G., & Salim, A. (2021). Tradisi Maulid pada Masyarakat Muslim Gorontalo: Pertautan Tradisi Lokal dan Islam. Potret Pemikiran, 25(1), 91–103.

N. Hula, I. R., & Helingo, A. (2022). Content Analysis of Gorontalo Dikili Manuscript and the Relevance to Message and Values of Kindness. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(2), 14–37.

Petrukhina, A. S., & Shangua, I. E. (2024). Traditions and Modernity: Cultural Self-Consciousness. Общество: философия, история, культура, 10, 40–47.

Rahman, M., Setiyowati, E., Napu, Y., & Anu, Z. (2023). Gorontalo People’s Interest in Local Wisdom of Dikil Culture. Kolokium: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 11(3), 842–849.

Scheler, M., Frings, M. S., & Funk, R. L. (1973). Formalism in Ethics and Non-formal Ethics of Values: A New Attempt Toward the Foundation of an Ethical Personalism. Northwestern University Press.

Thomas, A. W., & Mursalim, M. A. (2023). Konservasi Tradisi Dikili pada Masyarakat Gorontalo. Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 103–111.

Titirloloby, B. (2022). Konsep Etika Nilai Max Scheler dan Analisis terhadap Aksiologinya. FER, 5(2), 1–6.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jsalaka.v6i2.11547

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.