INTERJEKSI VOLITIF DALAM BAHASA BATAK SIMALUNGUN

Natal Eliazer Girsang, Dairi Sapta Rindu Simanjuntak, Fitri Junianti Girsang

Abstract


Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun. Interjeksi volitif adalah interjeksi yang mengandung makna "saya menginginkan sesuatu" dan digunakan untuk menarik perhatian atau menuntut tindakan dan tanggapan dari seseorang atas keinginan pembicara. Penelitian ini menggunakan teori Natural Semantic Metalanguage (NSM) dan merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun antara lain: Soh, sip, he, ops, aih tene, ah, ais, oop, etah, etah ma, podas, papodas, hoi, oi, hah, nah, ima, onma, huss, ceis, hurr, chek...chek...chek, hiah-hiah, logo logo, roho udan, lass kritik itik, dan hurr pittor. Bentuk-bentuk tersebut dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu interjeksi antara manusia dengan manusia, interjeksi antara manusia dengan hewan, dan interjeksi antara manusia dengan alam. Selain itu, interjeksi tersebut dikelompokkan menjadi delapan komponen makna, yaitu: (1) saya ingin seseorang tidak melakukan sesuatu, (2) saya tidak ingin kamu berada di tempat ini, (3) mendesak, (4) saya ingin anda berhenti, (5) saya ingin menarik perhatian anda, (6) saya ingin anda mengulanginya, (7) saya ingin memberikannya kepada anda, dan (8) meminta atau memohon kepada alam.

Keywords


batak simalungun; interjeksi volitif; metabahasa semantik alami.

References


Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Chaer, A. (2006). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Devi, A. A. K., & Tarmini, W. (2019). Interjeksi dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa. Riksa Bahasa, 5(2), 129–140.

Goddard, C. (2013). Interjection and emotion (with special reference to "surprise" and "disgust"). Emotion Review, 6(1), 53–63.

Macaryus, S., Wicaksono, Y. P., Sholikhati, N. I., & Ermawati. (2019). Bahasa, sastra, dan pembelajarannya dalam perspektif masyarakat 5.0. Yogyakarta: Kepel Press.

Shalika, M. P., & Mulyadi, M. M. (2019). Cognitive interjection in Indonesian and Japanese. Humanika, 26(1), 32.

Simanihuruk, B., & Mulyadi. (2020). Interjection bah! in Batak Toba: A natural semantic metalanguage approach. Studies in English Language and Education, 7(1), 209–222.

Simanjuntak, D. S. R. (2024). Predikat kompleks bahasa Pakpak. Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(2), 310–320.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Syaputra, D., & Mulyadi, M. (2022). Interjeksi Ha! dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Pendekatan semantik metabahasa alami. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 20(1), 1.

Libert, A. R. (2014). A survey of interjections in international auxiliary languages. Journal of Universal Language, 15(1), 79–103.

Widiatmoko, B., & Waslam. (2017). Interjeksi dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Pujangga, 3(1), 83–97.

Wierzbicka, A. (1992). Semantics: Cognition and Culture. Oxford, UK: Oxford University Press.

Wierzbicka, A. (1996). Semantik Primes and Universal. New York: Oxford University Press.

Yolivia, M. (2022). Interjeksi volitif dalam bahasa Indonesia: Kajian metabahasa semantik alami (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jsalaka.v6i2.11553

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.