KEGAGALAN KOMUNIKASI POLITIK “STAKE HOLDER” BAKORKAMLA

Koesworo Setiawan

Abstract


ABSTRAK

 

Untuk penegakan hukum, keamanan dan keselamatan pelayaran, sebanyak 12 instansi diberi kewenangan di laut berdasarkan 23 regulasi. Namun meskipun mereka disatukan dalam wadah Badan Koordinasi Keamanan Laut, tidak otomatis menyelesaikan masalah. Sikap ego sektoral, hubungan konfliktual, dan berbagai benturan kepentingan tetap terjadi saat mereka bertugas di lapangan. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini ingin mengungkap mengapa koordinasi sulit dilakukan meskipun mereka sudah berada dalam wadah yang sama. Berbagai saluran komunikasi pertemuan seperti “rapat pleno, rapat tim korkamla” dan sebagainya dalam organisasi dimana mereka bergabung, tidak berhasil membentuk kesadaran dan kesepahaman tentang pentingnya membangun sinergitas. Faktor politik dan regulasi penyebab macetnya komunikasi 12 instansi keamanan laut tersebut.

 

ABSTRACT

 

For law enforcement, shipping security and safety, 12 agencies were given authority at the sea based on 23 regulations. But even though they joint together on the same body named Sea Security Coordination Board, it does not automatically solve the problem. Sectoral ego attitudes, conflictual relationships, and various conflicts of interest still occur when they carry out the task. Through a case study approach, this study wants to reveal why coordination is so difficult among them even though they are already to be member of the same body. Various channels of communication held in the organizations, such as “rapat pleno, rapat tim korkamla, etc”, have not succeeded in building the same perception and mutual understanding about the urgency of synergy. Some political factors and regulations that caused communication jams of the 12 sea security agencies.

 

 

Keyword: bakorkamla, keamanan laut, pelayaran,


References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Almond, Gabriel A., dan James Coleman, 1960, The Politics of Developing Areas, Princeton University Press.

Almond, Gabriel A., dan Bingham Powell, 1966, Comparative Politics: A Developmental Approach, Boston, Little Brown.

Blondel, Jean, 1978, An Introduction to Comparative Government, London: Wildwood House, hal. 223.

Chandler. Jr., dan Alfred DuPont, 1962, Strategy and Structure: Chapters in the History of the Industrial Enterprise, MIT Press.

Easton, David, 1965, A System Analysis of Political Life, New York, Wiley.

Eckstein, H., 1979, ‘On the “science” of the State’, Daedalus, 108, 1-20.

Fisher, Ron, 2000, Sources of Conflict and Methods of Conflict Resolution, International Peace and Conflict Resolution, School of International Service The American University, hal. 4.

Goffman, Erving, 1956, The Presentation of Self in Everyday Life, University of Edinburhg, Social Sciences Research Centre, Monograph No. 2.

Hall, P.A. 1986, Governing the Economy: The Politics of State Intervention in Britain and France, New York, Oxford University Press.

Koschmann, Matt, 2012, What is Organizational Communication?, Department of Communication, University of Colorado Boulder.

Nikson, Willem. et.al., 2009 (a), Hukum Laut, Zona-Zona Maritim Sesuai UNCLOS 1982 dan Konvensi-konvensi Bidang Maritim, Badan Koordinasi Keamanan Laut, hal. 17.

-------------------, et.al., 2009 (b), Kewenangan dan Identitas Lembaga Penjaga Laut dan Pantai sebagai Penegak Hukum Keselamatan, Badan Koordinasi Keamanan Laut, hal. 54-55.

Santoso, Eddy, 2009, Hukum Laut Zona-Zona Maritim Sesuai UNCLOS 1982 dan Konvensi-Konvensi Bidang Maritim, Badan Koordinasi Keamanan Laut.

Smith, Eliot R., dan Diane M. Mackie, 2007, Social Psychology (third edition), New York, Psychology Press.

Smith, R. C., dan P. K. Turner, 1995, A Social Constructionist Reconfiguration of Metaphor Analysis. Communication Monographs, hal. 62, 152–180.

Yin, Robert K., 2003, Case Study: Research Design and Method, Sage Publications.

Jurnal/Laporan Berkala, Kajian, Makalah

Camelia, A Indah, 2008, Wewenang Pengelolaan Laut Daerah dan Wilayah Pesisir, 14 Juli 2008 dalam http://gagasanhukum.wordpress.com/2008/07/14/wewenang-pengelolaan-laut-daerah-dan-wilayah-pesisir, diakses 3 Februari 2014, jam 09.05.

Dahuri, Rokhmin, 2014, “Pengelolaan Sumber Daya Maritim yang Bermanfaat Bagi Masyarakat Menuju Indonesia yang Maju, Adil-Makmur dan Berdaulat”, dalam Sarasehan Kebijakan Maritim 5 (Lima) Tahun Mendatang, oleh Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim (IK2MK), Jakarta.

Dahuri, Rokhmin, “Hari Nusantara: Makna bagi Kedaulatan dan Kemakmuran Indonesia”, Kompas, 15 Desember 2004.

-------------------, “Pengelolaan Sumberdaya Maritim yang Bermanfaat bagi Masyarakat Menuju Indonesia yang Maju, Adil-Makmur, dan Berdaulat”, makalah disampaikan dalam Kompas, 19 Maret 2014.

Ergeneli, Azize, 2007, Conflict Process & Conflict Handling, Faculty Of Economics And Administrative Sciences, Hacettepe University.

Hardjo, Budhi, 2010, Mengembalikan Kejayaan Maritim Nusantara Melalui Penyelengaraan Konstabulari Indonesia, Bakorkamla (slide presentasi).

Rauf, Maswadi, 1991, Ciri-ciri Teori Pembangunan Politik: Kasus Partisipasi Politik, Jurnal Ilmu Politik 9, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, LIPI, dan PT Gramedia Pustaka Utama.

Smith, R. C., dan P. K. Turner, 1995, A Social Constructionist Reconfiguration of Metaphor Analysis, Communication Monographs, Volume 62, hal. 152–180.

Artikel, Surat Kabar, Situs Berita, Siaran Pers

Booklet Bakorkamla, Eds. 1/2009, hal. 12.

http://www.sejarahtni.mil.id/index.php?cid=2008&page=4

http://www.bakorkamla.go.id/tugasfungsi.php

http://www.indokamla.com atau http://maritim.bmkg.go.id.

http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/buku_lintas_tim/buku-lintas-tim-3.pdf

www.freelists.org/archives/nasional_list/04-2006/ - 115k, TNI AL Kecewa Vonis Ringan untuk Kapal Pencuri Ikan Papua, 14 April 2006.

Jurnal Maritim, dalam http://jurnalmaritim.com/2014/5/450/bakorkamla-integrated-information-system-terbaik-di-indonesia

Kompas, 13 Desember 2006.

Laporan Kinerja Kuartal Pertama Bakorkamla, Januari-April 2007

Laporan Kinerja Kuartal Kedua Bakorkamla, Mei-Agustus 2007, hal. 33

Rahmadi, Puji, Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI) dalam https://kumparan.com/@kumparansains/potensi-kekayaan-laut-indonesia-ternyata-capai-rp-1-772-triliun-1qwD2eNqulO

Tempo.co, 27 Januari 2004.

Tribunnews.com, 10 Agustus 2011.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.