Hukum Penggunaan Filter Wajah Dan Identitas Virtual Dalam Fikih Kontemporer

Robi'ah Robi'ah

Abstract


THE LEGAL STATUS OF USING FACE FILTERS AND VIRTUAL IDENTITIES IN CONTEMPORARY FIQH

Digital technology has introduced new forms of social interaction, including the use of face filters and virtual identity representation. Previous studies have mainly focused on the general impact of social media, but have not comprehensively examined the legal and ethical aspects of face filter usage and virtual identities within contemporary Islamic jurisprudence. This study aims to explore the phenomenon of virtual identity, review fiqh perspectives on digitally modified appearances, and analyze ethical concerns related to honesty and identity deception. The research applied a qualitative literature-based method with descriptive analysis. The findings show that the use of face filters is conditionally permissible: it is acceptable as long as it does not lead to deception, moral degradation, or harm; and prohibited when it alters identity to the point of deception, causing social harm or violating Islamic principles of honesty. This study highlights the importance of digital ethics and moral awareness in responsibly utilizing modern technological tools.


Keywords


Contemporary Fiqh; Face Filter; Virtual Identity; Digital Ethics

References


Indriani, D., & Ananda, F. (2022). Pandangan ulama kontemporer tentang hukum bermain TikTok bagi perempuan muslimah (Analisis Undang-Undang No. 19 Tahun 2016…) (Doctoral dissertation, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Thalib, P. (2016). Pengaplikasian qowaid fiqhiyyah dalam hukum Islam kontemporer. Yuridika, 31(1), 54. https://doi.org/10.20473/ydk.v31i1.1958

Zarkiyah, A. L., & Anita, K. (2025). Penerapan marketing 5.0 bagi wanita perspektif hukum Islam. [Nama Jurnal], 1(1).

Kurniawan, A., et al. (n.d.). PT Global Eksekutif Teknologi.

Murdani, & Muhajjir. (2023). Jual beli follower dalam pandangan Islam: Studi komparatif antara mazhab Syafi’iyah dan Malikiyah (Analisis syarat dan rukun jual beli). Jurnal Al-Nadhair, 2(2), 123–148. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v2i2.41

Muntazar, N., & Akmal, N. (2025). Engagement dan pergaulan pra-nikah: Kajian hukum Islam atas realitas sosial masyarakat kontemporer.

Gumilang, G. S. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam bidang bimbingan dan konseling. [Nama Jurnal], 2(2).

Heriyanto, H. (2018). Thematic analysis sebagai metode menganalisis data untuk penelitian kualitatif. Anuva, 2(3), 317–324. https://doi.org/10.14710/anuva.2.3.317-324

Adileksono, P. D., & Utari, P. (2024). Identitas komunikasi virtual YouTuber di media YouTube (Studi kasus Vtuber di Jakarta). [Nama Jurnal], 21(1), 8.

Widodo, B. P. (2025). Fenomena virtual YouTuber: Representasi identitas dan perilaku dalam masyarakat virtual (Studi kasus: Virtual YouTuber Kobo Kanaeru). [Nama Jurnal], 14(2), 34.

Tambun, Y. V., Sianturi, M. S., Theodora, K. I., & Tambunan, S. R. H. (2024). Analisis eksistensi teknologi deepfake terhadap keamanan komunikasi digital. [Nama Jurnal], 8, 14489–14490.

Leliana, I., Irhamdhika, G., Haikal, A., Septian, R., & Kusnadi, E. (2024). Etika dalam era deepfake: Bagaimana menjaga integritas komunikasi. Jurnal Visi Komunikasi, 22(2), 234. https://doi.org/10.22441/visikom.v22i02.24229

Pramudya, A. (2020). Teknologi virtual dan masa depan interaksi manusia. Teknologi Nusantara.

Kurniawan, B. (2021). Keamanan identitas digital. Informatika Raya.

Rahmawati, D. (2020). Augmented reality dan budaya visual kontemporer. VisualTech.

Wijaya, T. (2022). Privasi data pada era digitalisasi wajah. DataSecure Press.

Amalia, R. (2022). Citra diri dan budaya media sosial. Komunika Press.

Hambali, S. (2022). Literasi digital dan tantangan masyarakat modern. Cipta Literasi.

Hunaifi, D. T. (2023). Analisis tren penggunaan filter digital pada pengguna media sosial Instagram di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(6), 23.

Aulia, I. F., et al. (2025). Operasi plastik dalam perspektif Islam (Antara kebutuhan medis dan larangan estetika): Studi literatur. Jurnal Inovasi dan Kolaborasi Nusantara, 6(2), 201–217.

Al-Qardhawi, Y. (2000). Halal dan haram (A. S. Al-Falahi et al., Trans.). Rabbani Press.

Alfani, M. (2024). Larangan emas dan sutera untuk laki-laki: Fakta dan penjelasan dalam hadis. Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 4(2), 345.

Az-Zuhaili, W. (2016). Tafsir Al-Munir. Gema Insani.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.

Sam, Z., & Putri, S. U. (2025). Tinjauan hukum Islam terhadap penggunaan filler wajah pada wanita. [Nama Jurnal], 1(1), 182–183.

Tanjung, A. A., Zahrani, Z. Z., Mustaqim, R. R., Ali, A. K., & Qodri, Q. M. (2025). Operasi plastik dalam perspektif fiqh kontemporer. Tabayyun: Journal of Islamic Studies, 3(2), 229–240.

Aulia, I. F., et al. (2025). Operasi plastik dalam perspektif Islam (Antara kebutuhan medis dan larangan estetika): Studi literatur. [Jurnal Sama dengan nomor 20].

Ainun, A., et al. (2025). Tanam benang di wajah perspektif kaidah fikih lā ḍarar wa lā ḍirār. [Nama Jurnal], 1(1), 285–293.

Yulianti, & Caniyago, A. (2023). Manipulasi wajah menggunakan filter pada sosial media dalam perspektif Islam. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 7(1), 230–235.

Alkadrie. (2023). SIM Card dengan identitas palsu: Melanggar hukum atau area kelabu dalam perlindungan data pribadi. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(3), 207–212.

Sulistyo, W., Saputra, R. N., & Ramadhani. (2024). Strategi penanggulangan serangan phishing di media sosial. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, 1(2), 385–396.

Putri, & Hamzah. (2022). Analisis fenomena penipuan identitas diri (catfishing) pada literasi digital pengguna media sosial. Komunikasi, 3(2), 67–78.

Kukuh, M. K. (2025). Biopower dalam penggunaan filter Instagram pada mahasiswa UNS. Journal of Development and Social Change, 115.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jmp.v14i1.13140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.