ANALISIS PENGARUH PENERAPAN IFRS MENGENAI INVESTMENT PROPERTY TERHADAP PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SEKTOR OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BEI)

Hendro Sasongko, Dida Marhamah

Abstract


Properti investasi merupakan salah satu akun yang muncul dalam kelompok aset tidak lancar pada laporan posisi keuangan perusahaan. Penyajian tiap akun dalam laporan keuangan tentu harus didasarkan pada PSAK yang berlaku dan diberlakukan oleh IAI. Penerapan PSAK tentu akan berpengaruh terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang pada umumnya dicerminkan oleh opini auditor independen atas laporan keuangan. Adanya revisi PSAK 13 sebagai adopssi IFRS mengenai Investment Property dianggap akan mempengaruhi penyajian laporan keuangan perusahaan sektor otomotif yang terdaftar di BEI.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif serta studi kasus pada delapan perusahaan sektor otomotif di BEI. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa telah terjadi revisi atas PSAK 13 yakni di tahun 2007 dan terakhir di tahun 2011, mengadopsi IAS 40 dalam IFRS. Perubahan atas PSAK tersebut telah diaplikasikan oleh seluruh perusahaan sampel. Tiga dari delapan perusahaan sampel mengubah model pengukuran atas properti investasi dari model biaya menjadi model nilai wajar sebagaimana diperkenankan dalam PSAK 13 revisi 2007 maupun 2011. Selain pengukuran akuntansinya, perolehan, pengungkapan, dan penyajian atas properti investasi kedelapan perusahaan sampel juga telah merepresentasikan perlakuan akuntansi atas properti investasi PSAK 13 yang telah direvisi.

Kata kunci: Investment Property dan Laporan Keuangan


Full Text: PDF

DOI: 10.34204/jiafe.v1i1.594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.