AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Usep Suhendar, Muhammad Fathurrahman

Abstract


Karies gigi merupakan masalah utama yang paling banyak dijumpai di rongga mulut. Penyakit ini dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan ekonomi. Salah satu sebab terjadinya karies gigi adanya interaksi dengan mikroorganisme Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri senyawa kimia ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap bakteri S. mutans. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode true experimental dengan posttest only with control group design. Sampel yang digunakan adalah bunga cengkeh. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan selanjutnya dilakukan vacum evaporator diperoleh bobot ekstrak sebanyak 33,1%. Hasil identifikasi senyawa kimia secara kualitatif ekstrak bunga cengkeh mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenolik. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan mengukur zona bening yang terbentuk. Hasil uji konsentrasi hambat minimum (KHM) diperoleh konsentrasi 25% memiliki aktivitas antibakteri yang baik. Selanjutnya pengujian aktivitas antibakteri dengan melihat zona diameter hambat, diperoleh sebesar 37 mm, dan amfisilin sebesar 28 mm. Ekstrak bunga cengkeh memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan ampisilin.


Keywords


Bunga cengkeh, karies gigi, Syzygium aromaticum, Streptococcus mutans

References


Ahmed, B. 2007. Chemistry of Natural Product. Departement of Pharmaceutical Chemistry Faculty of Science Jamia Hamdard. New Delhi.

Ajizah, A. 2004. Sensitivitas Salmonella typhimiurium terhadap ekstrak daun Psidum Guajava L. Bioscientiae. 1(1): 31-8.

Departemen Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehetan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Harbourne J.B. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerjemah: K. Padmawinata, I. Soediro. Editor: S. Niksolihin S. Penerbit ITB. Bandung.

Hurlbutt, M., B. Novy, D. Young. 2010. Dental caries: a pH-mediated disease. CDHA Journal. 25(1): 9-12.

Jawetz, Melnick, Adelberg. 2007. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 23. EGC. Jakarta.

Juliantina, F., D.A. Citra, B. Nirwani, T Nurmasitoh. 2008. Manfaat sirih merah (Pipper croatum) sebagai agen antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 1(1):3-8.

Karou, D., A. Savadogo, C. Antonella, Y. Saydou M. Carla, et. al. 2005. Antibacterial Activity of Alkaloids from Sida acuta. African Journal of Biotechnology. 4 (12): 1452-1457.

Kidd, E.A.M, S. Joyston-Bechal. 1991. Dasar-dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Penerbit EGC. Jakarta.

Lambiju, M.E, M.W. Pemsi, A.L. Michael. 2017. Uji daya hambat ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum L.) terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Jurnal eGigi. 5 (1): 79-83.

Lenny, S. 2006. Senyawa flavonoida, fenil propanoida dan alkaloida. Makalah. Fakultas Matematika dan Ilmu Alam. Universitas Sumatera Utara.

Newman, N.H. 1986. The relation between plaque and dental caries. J R SocMed. 79(suppl. 14): 1-5.

Nurdjanah, N. 2004. Diversifikasi penggunaan cengkeh Persepektif: Review Penelitian Tanaman Industri. 3(2): 61-70.

Purnamasari, D.A., E. Munadziroh, R.M. Yogiartono, M. 2010. Concentration of cacao ceed extract as a natural material in prevent Streptococcus mutans growth. Jurnal PDGI. 59(1): 14-18.

Simarmata, R, S. Lekatompessy, H. Sukiman. 2007. Isolasi mikroba endofit dari tumbuhan obat sambung nyawa (Gymura procumbens) dan analisis potensinya sebagai antimikroba. Berk Penel Hayati. 13: 85-90.

Suhendar, U. 2018. Geographycal Effect on The Cytotoxic Activity of Anonna muricata L. Leaves Ethanol Extract Against MCF-7 Cancer Cell. Fitofarmaka. 8(2): 12-19.

Sutomo, S., S. Wahyuono, S. Rianto, E.P. Setyowati. 2013. Isolation and Identification of Active Compound of n-Hexane fraction from casturi against antioxidant and immunomodulatory activity. Journal of Biological Bioscience. 13(7): 596-604.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi ke-5. Penerjemah: Dr.

Xie, L., L. Cowen, S. Singh-Babak. Minimum inhibitory concentration (MIC) assay for antifungal drugs. BioProtocol. 2(20): 1-7.

Zahro, L., R. Agustini. 2013. Uji efektivitas antibakteri ekstrak kasar saponin jamur tiram

putih (Pleurotus ostreatus) terhadap S. aureus dan E. coli. Journal of chemistry. 2(2): 120-129.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jf.v9i1.1257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.