POTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DAN IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK HEKSANA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)

Tri Aminingsih, Husain Nashrianto, Aji Syaiful Rohman

Abstract



Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman gulma yang sering
dimusnahkan, namun sekelompok masyarakat ada yang memanfaatkan tanaman ini sebagaiobat tradisional yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit diantaranya lukakoreng di kulit, malaria, influenza, radang paru-paru, tumor dan obat rematik. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa yang ada dalam ekstrak heksana bandotanserta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichiacoli. Herba bandotan diekstraksi dengan heksana menggunakan metode maserasi. Maserasidilakukan dalam bejana tertutup selama 24 jam dan sesekali diaduk.Proses maserasidilakukan sebanyak tiga kali volume 500 mL.Ekstrak heksana dipekatkan dengan rotaryevaporator dan dilakukan pengujian fitokimia meliputi golongan senyawa alkaloid,saponin, tanin, triterpenoid steroid dan flavonoid. Ekstrak heksan herba bandotan diujiaktivitas antibakterinyaterhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode kertas cakram dan dianalisis senyawa kimianya dengan Kromatografi GasSpektrofotometri Massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rendemen ekstrak sebesar 10,01%, kadar air 8,41%,dan ekstrak heksana herba bandotan mengandung senyawa golongan alkaloid, triterpenoid-steroid dan flavonoid. Ekstrak heksana herba bandotan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter daya hambat (DDH) terhadap S. aureus 29,6 mm dan diameter daya hambat (DDH) terhadap E. coli 12,4m sehingga lebih peka terhadap S. aureus (gram positif)dibandingkan dengan E.coli (gram negatif).Komponen senyawa yang terdapat dalam ekstrak heksana herba bandotan yang dianalisis dengan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS) antara lain kariofilen, isokariofilen, ageratokromen, demetoksiageratokromen, 6-vinil-7-metoksi-2,2dimetilkromen, kumarin, asam dikloroasetat, 1-heptadekanol, 7-etil-6-metil-5metiltiopirazolo[1,5-a]pirimidin.Senyawa-senyawa tersebut diduga merupakan senyawa yang berperan sebagai zat antibakteri.

Kata kunci : Bandotan, heksana, antibakteri,Escherichia coli, Staphylococcus aureus,GC-MS


Keywords


Bandotan, heksana, antibakteri,Escherichia coli, Staphylococcus aureus,GC-MS

References


Fardiaz, S. 1983. Mikrobiologi Keamanan Pangan. Bogor: PAU Pangan dan
Gizi, Institut Pertanian Bogor.

Dalimarta, S. 1999. Atlas Tumbuhan Indonesia. Jilid ke-1. Jakarta: Trubus Agriwidya.

DepKes RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: DirJen POM.

Erika, B.l. 2000. Aromex 510, Pemacu Pertumbuhan dan Efeknya Terhadap Kinerja Ayam Broiler. Laporan Penelitian Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Ganiswara, S.G., et.al. 1995. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Gunawan, W.G. 2008. Identifikasi Senyawa Aktif Antibakteri pada Herba Bandotan (Ageratum Conyzoides. Linn).Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran.

Gunawan, P.W. Yulinah, E. Sukrasno Adayana, I.K. (2006). Telaah Antimikroba Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides. Linn). African Journal of Pharmaceutica Indonesia.31, (2).

Harbone, J.B. 1975. The Flavonoid. Edisi ke-1. London: Chapman and Hall.


Harbone, J.B. 1987. Metode Fitokimia. Diterjemahkan oleh Padmawinata
K., Soediro I. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Hutapea J.R. dan Syamsuhidayat S.S. 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Lenny, Sovia .2006. Senyawa Flavonoid, Fenil Propanoida dan Alkaloida.
USU Repository.

Ming, L.C., 1999. Ageratum conyzoides : A Tropical Source of Medicinal
and Agricultural Products. In Janic J. (Ed.). Perspective on New Crops and New Uses. ASHS Press. Virginia, USA.

Press. Virginia, USA. Pelczar, M.J.Jr. dan Chan, E.C.S. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. Diterjemahkan oleh Hadioetomo RS, dkk. Jakarta: UI Press.

Suradikusumah, E. 1989. Kimia Tumbuhan. Bogor: Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati, Institut Pertanian Bogor.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jf.v2i1.163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 FITOFARMAKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.