AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN JELI SARI BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.)

Mira Miranti, Sri Wardatun, Andi Fauzi

Abstract


ABSTRAK

Buah papaya California memiliki senyawa flavanoid yang merupakan senyawa antioksidan alami. Antioksidan merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan untuk dapat meredam dampak negatif dari radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tekstur formulasi minuman jeli terbaik yang dapat diterima oleh panelis serta mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan dari minuman jeli dengan sari buah pepaya california. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode DPPH dan analisis vitamin C dengan Spektrofotometri UV-Vis. Sediaan dibuat dalam 3 formula dengan perbedaan konsentrasi pada pembentuk gel. Formulasi dalam bentuk minuman jeli dibuat untuk mempermudah konsumen membawanya serta mengkonsumsinya. Formulasi minuman jeli dibuat dengan pembentuk gel yang berbeda yaitu karagenan, konjak serta kombinasi konjak dan karagenan (1:1). Hasil uji kesukaan yang dianalisis dengan Friedman test metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) menunjukkan bahwa formula yang disukai adalah formula 1 dengan konsentrasi sari buah sebanyak 30% dan karagenan 0,3%. Aktivitas antioksidan sari buah pepaya menunjukkan nilai aktif IC50 pada konsentrasi 77 ppm, sedangkan untuk minuman jeli sari buah pepaya nilai aktif IC50 p a d a k o n s e nt r a s i 82 ppm. Nilai kadar vitamin C buah pepaya adalah 7,94 mg/100g dan kadar vitamin C minuman jeli adalah 5,75 mg/100mL.

Kata kunci : pepaya, jeli, antioksidan dan radikal bebas


References


DAFTAR PUSTAKA

Anita, H.S. 2015. Uji Aktivitas

Antioksidan Umbi Bawang Dayak (Eleutherinebulbosa Merr.). FMIPA Universitas Islam Bandung : Bandung.

Chow, S.T., W.W. Chaw dan Y.C. Chung.

2003. Antioxidant Activity and

Safety of 50% Ethanolic Red Bean Extract (Phaceolus raditus L, Var Aurea). Journal of Food Science. Vol 68(1) : 21-25.

DepKes RI. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta.

Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan

RI. 1992. Daftar komposisi Bahan

Makanan. Bharata : Jakarta.

Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan.

Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi.

Fateta IPB: Bogor.

Ferizal, S. 2005. Formulasi jelly drink dari

campuran sari buah dan sari sayuran. Bogor: Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB : Bogor.

Fitria, A.R. 2013. Penentuan Antioksidan Buah Pepaya (Carica papaya L.) dan Produk Olahannya Berupa Manisan Pepaya. Jurnal Sains dan Teknologi Kimia. ISSN 2087-7412.

Fransworth, N.R. 1996. Biological and

Phytochemical Screening of Plants.Journal of Pharmaceutical Science, 1996 55 (3).

Glicksman. 1983. Food Hydrocoloid. Vol

II. CRC press, Inc: Florida.


Imeson, AP. 2000. Carrageenan. Di dalam GO Phillips dan PA Williams (editor). Handbook of Hydrocolloids. CRC Press: New York.

Irmawati. 2014. Keajaiban Antioksidan.

Padi: Jakarta. Hal 1-14.

Kalie, B. M. 2008. Bertanam Pepaya.

Penebar Swadaya : Jakarta. Hal 23-

30,10-11.

Molyneux, P. 2004. The Use of Stable Free Radical Diphenylpicrylhidrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin Journal Science Technology, 26 (2), 211-219. Muchtadi, T.R. dan Soegiono.1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Tinggi Pusat Antar Universitas

Pangan dan Gizi. IPB : Bogor.

Noer. 2006. Foods for Digestive Health.

Tren Utama Industri Pangan. http://www.foodreview.biz/login/pre view.php.

Prakash. 2001. Antioxidant Activity.

Agricultural Food Chem. 44, 701-

705.

Penroj, P., J.R Michell, S.E. Hill dan W.

Ganjanagunchorn. 2005. Effect of

Konjac Glucomannan Deacetylation on The Properties of Gels Formed from Mixtures of Kappa Carrageenan and Konjac Glucomannan. Carbohydrates Polymers, 59 : 367-376.

Santi, D.A. 2009. Formulasi dan Karakterisasi Minuman Jeli Fungsional Sumber Serat Pangan dan Vitamin C dari Kappa Karagenan, Konjak Glukomanan dan ekstrak Asam Jawa. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas

SNI. 01-3552-1994. Syarat Mutu Jeli.

Dewan Standarisasi Makanan.

Soekarto. 1990. Penilaian Organoleptik.

Angkasa Bhatara Karya : Jakarta.


Supardjan, Noviana dan Nurrochmad, A.

2007. Uji Aktivitas Penangkal Radikal 2,2- Difenil- 1- Pikrilhidrazil (DPPH) Oleh Hexagamavunon-1 (HGV-1). Journal Of Pharmacon. Vol. 8. No. 1. Juni 2007. 23-27

Tapan, E. 2005. Kanker, Antioksi dan

Terapi Komplementer. P.T. Elex

Media Komputindo : Jakarta. Hal :

103.

Wardani, L.A. 2012. Validasi Metode

Analisis dan Penentuan Kadar Vitamin C pada Minuman Buah Kemasan Dengan Spektrofotometri Uv-Visible. Skripsi. Program Studi Kimia, FMIPA, Depok.

Winarno, F.G. dan T.S. Rahayu. 1994.

Bahan Tambahan untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta.


Full Text: PDF

DOI: 10.33751/jf.v6i1.753

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 FITOFARMAKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.