MODEL ALTERNATIF PEMBIAYAAN JAMINAN KESEHATAN BAGI PEKERJA INFORMAL DI BOGOR

Fredi Andria, Nandang Kusnadi

Abstract


ABSTRAK

Jaminan sosial diprioritaskan kepada hanya sebagian kecil penduduk Indonesia yang mewakili kurang dari 20% penduduk. Penduduk yang dimaksud meliputi pegawai negeri sipil, sebagian karyawan BUMN, universitas, anggota TNI/POLRI dan sebagian pegawai sipil pertahanan, dan kelompok masyarakat penerima bantuan. Adapun penduduk yang lain, terutama mereka yang bekerja di perusahaan- perusahaan kecil, wiraswasta di sektor ekonomi informal dan yang menganggur atau telah lanjut usia, akan bergantung pada asuransi pribadi atau bantuan dari keluarga dekat/jauh serta masyarakat setempat. Pekerja informal di wilayah Bogor mencapai lebih dari 70% namun tingkat kepesertaannya masih rendah hanya mencapai 30%. Hal ini dapat mengakibatkan keberlanjutan jaminan kesehatan warga Bogor sangat terbatas. Agar cakupan jaminan kesehatan dapat diperluas dan menjamin tercakupnya seluruh penduduk, maka perlu diidentifikasi alternatif pembiayaan jaminan kesehatan bagi pekerja informal. Pencapaian tujuan penelitian dilakukan dengan survey, indepth interview dan FGD dengan stakeholders. Hasil riset menunjukkan bahwa pekerja informal di Bogor memiliki kemampuan yang signifikan untuk membiayai jaminan kesehatan secara mandiri melalui program BPJS dengan rata-rata pembiayaan setara dengan kategori kelas III. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk upaya perluasan kepesertaan, namun butuh proses sosialisasi yang intensif. Salah satu strategi sosialisasi intensif adalah melalui pendekatan sosial kepada komunitas para pekerja informal.

Kata Kunci : Pekerja Informal, Model Alternatif Pembiayaan, Program BPJS


References


Andria F, Kusnadi N. 2017. Dampak kepesertaan BPJS bagi Pekerja

Informal di Bogor. Jurnal Ilmiah Manajemen FE.

Andria F, Thaheer H, Tosida ET. 2013. Pemetaan pemda dalam mendukung persiapan BPJS kesehatan menuju Universal Health


Coverage (UHC). Seminar Hasil Penelitian Bersumber Dana Hibah

DJSN, Jakarta, 8 Juni 2013.

Andria F, Thaheer H, Tosida ET, Setyaningsih S, Harsani P. 2014. Kebijakan format Jamkesda dalam UU BPJS. Seminar Hasil Penelitian Bersumber Dana Hibah Kemenkokesra RI, Jakarta 27

November 2014.

Annear PL, Ahmed S, Ros CE, Ir P. 2013. Strengthening institutional and organization capacity for social health protection of the informal sector in lesser-developed countries : A study of policy barriers and opportunities in Cambodia. Social Science & Medicine 96 . http://dx.doi.org/10.1016/j.socscimed.2013.02.015.

Becker KF. 2004. The informal economy : Fact finding study. SIDA.

Tersedia pada : http://www.rrojasdatabank.info/sida.pdf.

Canagarajah S, Sethuraman SV. 2001. Social protection and the informal sector in developing countries challenges and opportunities. Social protection discussion paper series No. 0130. [diunduh 2016 Jan 23]. Tersedia pada: http://siteresources.worldbank. org/ SOCIALPROTECTION / Resources / SP-Discussion-papers/ Labor- Market-/130.pdf.

Fitriati R, Rahmayanti KP, Salomo RV. 2012. Critical Review of Triple Helix to Quanto-Tuple Helix: Lesson Learned from Social Security System Act Implementation. Procedia - Social and Behavioral Sciences 52 (2012):217225. doi: 10.1016/j.sbs.pro. 2012.09.458.


Henriques JM. 2013. On becoming healthier communities : Poverty, territorial development and planning. Rev Port Sauude Publica

31(1):58-73. http://dx.doi.org/ 10.1016/j.rpsp.2013.05.006.

Hussmanns R. 2004. Statistical definition of informal employment : Guidelines endorsed by the Seventheenth International Conference of Labor Statisticians (2003). 7th Meeting of the Expert Group on Informal Sector Statistics (Delhi Group), New Delhi, 2-4 February

2004. [diunduh 2016 Jan 23]. Tersedia

pada:http://ilo.org/public/english/

bureau/stat/download/papers/def.pdf.

ILO. 2002. Decent work and the informal economy : Sixth item on the agenda. Report VI. International Labour Conference 90th Session

2002. ISBN 92-2-112429-0; ISSN 0074-6681.[diunduh 2016 Jan

23]. Tersedia pada http://www.ilo.org/public/english/

standards/relm/ilc/ilc90/pdf/rep-vi.pdf.

Jakovijevic MB. 2013. Resource allocation strategies in Southeastern

European health policy. Eur J Health Econ 14. Doi :

10.1007/s10198-012-0439-y.

Nastiti A, Prabaharyaka I, Roosmini E, Kunaefi TD. 2012. Health- associated cost of urban informal industrial sector : an assessment tool. Procedia-Social & Behavioral Sciences 36. Doi:

10.1016/j.sbspro.2012.03.013.

Purwandari SI, Maharani C. 2015. Analisis sikap pekerja informal Non

PBI yang belum terdaftar program jaminan kesehatan nasional di


Kabupaten Brebes. UJPH 4 Tersedia pada:http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph.

Rhee JC, Done N, Anderson GF. 2015. Considering long-term care insurance for middle-income countries: comparing South Korea with Japan and Germany. J. Health Policy 119 (2015) 1319

1329. http://dx.doi.org/10.1016/j.healthpol.2015.06.00.

Rolindrawan D. 2015. The impact of BPJS health implementation for poor on the use of health facility. Procedia - Social and Behavioral Sciences 211(2015) 550 559. 2nd Global Conference on Business and Social Science-2015, GCBSS-2015, 17-18 September 2015, Bali [ID]. doi: 10.1016/j.sbspro.2015.11.073.

Rothenberg AD, Gaduh A, Burger NE, Chazali C, Tiandraningsih I,

Radikun R, Sutera C, Weilant S. 2016. Rethinking Indonesias informal sector. World Dev. 80(2016):96-113. http://dx.doi.org/10.1016/j.worlddev.2015.11.005.

Shafie AA, Hassali MA. 2013. Willingness to pay for voluntary

community-based health insurance : Findings from an exploratory study in the state of Penang, Malaysia. Social Science & Medicine 96. http://dx.doi.org/10.1016/j.socscimed. 2013.02.045.

Stepurko T, Pavlova M, Gryga I, Murauskiene L, Groot W. 2015. Informal payment for health care service : The case of Lithuania, Poland and Ukraine. J. Eurasian Studies 6. http://dx.doi.org/10.1016/j.euras.2014.11.002.

Thaheer H, Andria F. 2012. Kesiapan pemda menuju kepesertaan menyeluruh jaminan kesehatan. Seminar Hasil Penelitian Bersumber Dana Hibah DJSN, 2 Desember 2011.

Triyono, Soewartoyo. 2013. Kendala kepesertaan program jaminan sosial terhadap pekerja di sektor informal : Studi Kasus di Kota Surabaya. Jurnal Hukum PRIORIS, 3(3) : 28-41. [diunduh 2016 Jan

2]. Tersedia pada:http://lib.law.ugm.ac.id/ojs/index.php/jhpr/

article/view/3557.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.