KEJAHATAN YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH OKNUM ADVOKAT DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN PROFESINYA

Isep H Insan

Abstract


ABSTRAK

Dalam mencapai tatanan hukum yang baik penegakan hukum di Indonesia dijalankan oleh aparat-aparat penegak hukum yang terdiri dari Hakim, Jaksa, Polisi, dan juga Advokat. Advokat merupakan salah satu aparat penegak hukum, saat ini advokat dalam menjalankan profesinya diatur dalam Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Dalam kenyataannya Advokat ternyata ada pula yang terindikasi melakukan kejahatan dalam menjalankan tugas dan profesinya seperti yang terjadi pada tahun 2010 di mana dua Pengacara ditetapkan sebagai tersangka. Kejahatan yang dapat dilakukan oleh seorang Advokat dalam menjalankan tugas dan profesinya sebenarnya semua kejahatan dapat dilakukan oleh siapapun apabila kontrol dalam diri orang tersebut sangat lemah dan khusus yang berkaitan dengan tugas serta profesi seorang Advokat tentunya kejahatan tersebut adalah kejahatan yang berhubungan dengan tugas dan profesi Advokat dalam penegakan hukum di mana kejahatan tersebut ditujukan untuk memperlancar proses penegakan hukum bagi klien Advokat misalnya untuk memperlancar klien dalam kasus pidana maka Advokat bisa saja melakukan kejahatan berupa kejahatan penyuapan. terhadap beberapa pihak penegak hukum lain dan para saksi.

Kata Kunci: Advokat, Penegak Hukum, Kejahatan.


References


DAFTAR PUSTAKA

A. Peraturan Perundang-undangan

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

UUD 1945.

. Undang-Undang tentang Advokat. UU No. 18 Tahun

2003. LN No. 49 Tahun 2003, TLN No. 4282.

B. Buku / Makalah / Artikel / Internet

Arry dkk (Redaksi). Viva News digital online kamis 1 april

2010 11.52 Wib, diakses tanggal 2 Oktober 2011. Darmawan, Iwan dan Sapto Handoyo DP. Etika Profesi Hukum,

Menuju Fajar Budi. Bogor: FKH Press, 2009.

Kailimang. Organisasi Advokat ke Depan Layaknya 'Perseroan Terbatas, http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol10858/k ailimang-organisasi-advokat-ke-depan-layaknya- perseroan-terbatas. Diakses tanggal 21-01-2009. Jam

13.00 WIB.

Luhut M.P. Pangaribuan. Advokat dan Contempt of Court Satu Proses di Dewan Kehormatan Profesi. Jakarta : Djambatan, 1996.


Pandhu, Yudha. Klien dan Penasehat Hukum dalam Perspektif

Masa Kini. Jakarta: Abadi, 2001.

Rahardjo, Satjipto. Masalah Penegakan Hukum, Suatu Tinjauan

Sosiologis. Bandung : Sinar Baru, 1984.

Rosyadi, Rahmat dan Sri Hartini. Advokat Dalam Perspektif

Islam dan Hukum Positif. Jakarta: Ghalia Indonesia,

2003.

Soekanto, Soejono. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

Penegakan Hukum. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,

2007.

Tb. Ronny Nitibaskara, Kejahatan Kekerasan Dalam Persepektif Kriminologi (Suatu Pendekatan Interdisipliner. Jakarta : FISIP UI, 2001.

Winata, Frans Hendra. Advokat Indonesia Citra Idealisme dan

Keperihatinan. Jakarta: Sinar Harapan, 1995.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.